Selasa, 31 Mei 2016

Materi Sifat-sifat Zat Berdasarkan Wujudnya Serta Penerapannya Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Alam semesta ini pada hakekatnya merupakan himpunan dari berbagai materi dan energi. Materi merupakan segala sesuatu yang menempati ruang serta memiliki massa.

Materi Sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
foto : mazmuiz.blogspot.com

Semua jenis makhluk, baik makhluk hidup atau makhluk tidak hidup tersusun atas himpunan materi. Mulai dari buku, pensil, baju, meja, kursi, air, dan minyak merupakan sedikit contoh dari materi. Dan semuanya itu menempati ruang dan juga memiliki massa.

Lalu bagaimana dengan udara? Dapatkah kita membuktikan apabila udara menempati ruang serta memiliki massa?

Besar Massa dari sebuah benda berbeda dengan besar berat benda tersebut. Sebab massa sebuah benda lebih digunakan untuk menunjukkan jumlah (banyaknya) materi yang menyusun benda tersebut. Oleh sebab itu, massa benda bersifat tetap dan berlaku di segala tempat.

Sedangkan berat benda merupakan besarnya gaya yang menyatakan besarnya tarikan gravitasi (bumi) terhadap benda yang memiliki massa. Oleh karena itu, berat sebuah benda akan berbeda-beda saat berada di tempat yang berbeda.

Berat sebuah benda dapat secara langsung ditentukan dengan cara menimbang benda tadi, sedangkan massanya tidak dapat ditentukan secara langsung. Massa sebuah benda baru bisa ditentukan apabila berat benda serta besar gaya gravitasi di tempat penimbangan tadi telah diketahui.

Dua benda yang memiliki massa yang sama apabila ditimbang di tempat yang memiliki gaya gravitasi sama maka akan memiliki massa yang sama pula. Oleh sebab inilah maka banyak orang sering menganggap bahwa massa benda sama dengan berat benda.

Perbedaan antara massa benda dengan berat benda akan sangat jelas apabila pengukurannya dilakukan di tempat yang memiliki gaya gravitasi yang berbeda satu sama lain.

A. WUJUD ZAT

Konsep: Zat merupakan sesuatu yang menempati ruang serta memiliki massa.

Apakah benda-benda juga memerlukan tempat?

Misalkan tersedia air yang terdapat dalam sebuah gelas. Lalu tuanglah air tersebut ke dalam sebuah kaleng.

Apakah air menempati kaleng?

Dan ternyata air memerlukan tempat atau biasa disebut wadah.

Selanjutnya apabila air dalam wadah tersebut ditimbang ternyata juga memiliki massa. Hal demikian juga terjadi pada udara yang ternyata juga menempati ruang serta mempunyai massa.

Sebenarnya di sekelilingmu terdapat banyak benda yang dapat kamu golongkan kedalam tiga wujud zat. Beberapa benda seperti plastik, kayu, tembaga, besi, dan aluminium dapat dimasukkan dalam golongan zat padat.

Sedangkan air, susu, dan minyak dapat kamu masukkan dalam golongan zat cair. Nah untuk gas elpiji, udara, uap dapat kamu masukkan dalam golongan zat gas.

Sebab pada prinsipnya terdapat tiga jenis wujud zat yaitu : zat padat, zat cair, serta zat gas.

Masing-masing dari jenis wujud zat memiliki ciri-ciri khusus baik dilihat dari bentuk fisiknya ataupun dari partikel-partikel penyusunnya, yang terangkum sebagai berikut:


ZAT PADAT

Partikel-partikel wujud zat padat mempunyai sifat sebagai berikut :

> Partikel-partikel penyusunnya menempati posisi yang tetap.

→ Jika partikel penyusun zat padat menempati posisi yang teratur maka dapat disebut kristal.
→ Jika partikel penyusuab zat padat menempati posisi yang tidak teratur, maka dapat disebut amorf.

> Gaya tarik-menarik antar partikel penyusunnya sangat kuat.

> Gerakan partikel-partikel penyusunnya hanya berupa getaran di sekitar posisinya yang tetapnya.


→ Posisi partikel yang relatif tetap menyebabkan zat padat memiliki bentuk serta volume tetap pula.

→ Gerakan partikel penyusunnya yang hanya bergetar menyebabkan benda yang termasuk dalam golongan zat padat tidak dapat mengalir.

Contoh zat padat diantaranya adalah plastik, bath kayu, tembaga, besi, dan aluminium, serta banyak benda lainnya.


ZAT CAIR

Partikel-partikel wujud zat cair mempunyai sifat sebagai berikut :
> Jarak antar partikel penyusunnya tetap namun agak berjauhan.
> Gaya tarik menarik antar partikel penyusunnya lebih lemah dibandingkan pada zat padat.
> Gerakan partikel penyusunnya lebih lincah daripada partikel penyusun zat padat dan partikel penyusunnya yang dapat berpindah tempat.


→ Jarak antar partikel penyusun zat cair yang tetap menyebabkan benda yang termasuk golongan zat cair mempunyai volume yang tetap pula.
→ Gerakan partikel yang lincah serta bisa berpindah posisi menyebabkan zat cair dapat mengalir yang berakibat pula pada bentuk zat cair yang selalu mengikuti bentuk wadahnya.

Contoh zat cair antara lain adalah air, dan air raksa, dan lain sebagainya..

ZAT GAS

Partikel-partikel wujud zat gas mempunyai sifat sebagai berikut :
> Mempunyai jarak antar partikel yang berubah-ubah.
> Memiliki daya tarik antar partikel yang sangat lemah dan hampir tidak ada.
> Gerakan partikel penyusun sangat bebas bila dibandingkan dengan zat padat dan cair.


→ Jarak antar partikel penyusunnya yang berubah-ubah menyebabkan benda yang termasuk dalam golongan zat gas mempunyai volume yang berubah-ubah pula.

→ Gerakan partikel penyusun sangat bebas bila dibandingkan dengan zat padat dan cair menyebabkan bentuk zat gas dapat berubah-ubah.

Minggu, 29 Mei 2016

Materi Besaran Pokok dan Besaran Turunan beserta Satuannya

Materi Besaran Pokok dan Besaran Turunan beserta Satuannya

Definisi/Arti Besaran Dalam Ilmu Fisika

Di dalam ilmu fisika besaran diartikan sebagai sesuatu yang dapat diukur ataupun dapat dihitung serta memiliki nilai (besar) yang dinyatakan dengan angka dan satuan. Contoh besaran : panjang, massa, kecepatan, dll.


Definisi/Pengertian Satuan Dalam Ilmu Fisika

Di dalam ilmu fisika satuan diartikan sebagai suatu pembanding di dalam kegiatan pengukuran terhadap suatu besaran.


Jenis-jenis satuan ada dua, yaitu :

》Satuan Baku, merupakan suatu pembanding yang akan memberikan hasil yang sama apabila dilakukan oleh beberapa orang berbeda. Contoh yang termasuk dalam satuan baku : meter, centimeter, kilogram, gram, dll.

》Satuan Tak Baku, merupakan suatu pembanding yang akan memberikan hasil yang berbeda apabila dilakukan oleh beberapa orang berbeda. Contoh yang termasuk dalam satuan : jangkal tangan.

Cara membedakan satuan baku dan satuan tidak baku bisa dilihat dari ilustrasi berikut ini :

Misalnya Tina dan Tino mengukur panjang sebuah buku yang sama, masing mereka menggunakan penggaris dan jengkal tangan. Dari pengukuran tersebut menghasilkan :
→ Tina menyatakan bahwa panjang buku tersebut adalah 20 cm dan 1.5 jengkal tangannya.
→ Tino menyatakan bahwa panjang buku adalah 20 cm dan 1.25 jengkal tangannya.

Kesimpulannya :

》Jengkal tangan adalah satuan tak baku yang akan memberikan hasil pengukuran yang berbeda jika pengukuran tersebut dilakukan oleh orang yang berbeda.
》Centimeter adalah satuan baku yang akan memberikan hasil pengukuran yang sama meskipun pengukuran tersebut dilakukan oleh orang yang berbeda.


Definisi atau Pengertian Satuan International

Satuan internasional atau biasa disingkat (SI) merupakan sebuah satuan yang telah disepakati secara Internasional (global) dan telah digunakan oleh berbagai negara di seluruh dunia.

Adapun baberapa syarat agar sebuah satuan bisa dijadikan sebagai Satuan Internasional adalah:
》Satuan tersebut bersifat Internasional sehingga sesuai digunakan oleh berbagai negara.
》Mudah ditiru,
》Bersifat tetap.

Satuan Internasional saat ini meliputi meter sebagai bentuk satuan panjang, kilogram sebagai bentuk satuan massa, serta sekon (detik) sebagai bentuk satuan waktu sehingga satuan Satuan International juga disebut satuan MKS (m.kg,s).


Jenis-jenis Besaran

Di dalam ilmu fisika, terdapat beberapa besaran yang dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :

》Berdasarkan nilai serta arahnya, besaran dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

→ Besaran Skalar
Merupakan jenia besaran yang mempunyai nilai (besar) saja namun tidak mempunyai arah. Contoh yang termasuk dalam besaran skalar : Suhu, Luas, Volume, Massa, dan Waktu.

→ Besaran vektor
Merupakan jenis besaran yang mempunyai nilai sekaligus mempunyai arah. Sesuai kesepakatan international bahwa apabila besaran vektor tersebut arahnya ke kiri atau ke bawah maka besaran tersebut dilambangkan bernilai negatif (-).

Sebaliknya apabila besaran vektor tersebut arahnya ke kanan atau ke atas maka besaran tersebut dilambangkan bernilai positif (+).
Contoh yang termasuk dalam besaran vektor : Percepatan, Kecepatan, dan Gaya.


》Berdasarkan satuannya, besaran dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

→ Besaran Pokok :
Besaran pokok merupakan besaran yang satuannya telah ditetapkan atau didefinisikan terlebih dahulu dalam skala international. Ada 7 besaran pokok di dalam ilmu fisika.

Besaran pokok beserta satuannya bisa kamu pelajari seperti yang tertera pada tabel di bawah ini:

Gambar Besaran Pokok
foto
seputarpendidikan003.blogspot.co.id

→ Besaran Turunan
Besaran turunan merupakan besaran yang satuannya merupakan hasil yang diturunkan dari satuan besaran pokok.

Besaran Turunan beserta satuannya bisa kamu pelajari seperti yang tertera pada tabel di bawah ini:

Gambar Besaran Turunan
foto
seputarpendidikan003.blogspot.co.id

Sebagai contoh :

→ Kecepatan merupakan satuan yang diturunkan dari pembagian besaran panjang (m) dengan besaran waktu (s). Yaitu panjang lintasan yang ditempuh dibagi dengan lama selang waktu yang dibutuhkan, sehingga diperoleh satuan kecepatan m/s.
→ Luas merupakan satuan yang diturunkan dari perkalian besaran panjang (m) dengan besaran panjang (m). Yaitu panjang sisi dikali panjang sisi lainnya, sehingga diperoleh satuan Luas S² (s x s)


Semoga Bermanfaat....

Sabtu, 28 Mei 2016

Hello World.!!

You See First Post In Materi Kelas, You Can Choose Other Post In Related Post...

Ads Inside Post